VFF Keluhkan Kualitas Stadion Sultan Agung, PSSI: Kenapa Tidak Vietnam Saja Jadi Tuan Rumah

Protes Lagi, Vietnam Keluhkan Kualitas Rumput Stadion Sultan Agung
Protes Lagi, Vietnam Keluhkan Kualitas Rumput Stadion Sultan Agung

Assosiasi sepak bola Vietnam atau VFF mengeluhkan kualitas rumput lapangan Stadion Sultan Agung, Bantul, tempat timnas U-16 Vietnam berlaga.

Dalam situs resminya, VFF mengunggah sebuah poto dengan keterangan terkait keluhan stadion dari kualitas rumput yang tidak rata banyak lubang di beberapa bagian hingga jarak tempuh yang terlalu jauh.

Menanggapi keluhan VFF, Ketua umum PSSI, Mochamad Iriawan menyebut jika Vietnam tidak ada niyatan baik dan selalu begitu, terlalu banyak mengeluh.

“Ah Vietnam selalu mengeluh, ya sudah biasa sajalah. Ketika kita di sana juga kami menerimanya dan bersikap biasa saja. Ya cukup itu saja, sudah fokus saja untuk bertanding.” terang Mochamad Iriawan (31/072022).

Ketua PSSI menyebut AFF tidak memberikan dana bantuan untuk tuan rumah penyelenggara Piala AFF U-16. Disaat negara lain tak ada yang mengajukan diri sebagai tuan tumah Indonesia berani menawarkan diri.

Ketua PSSI tersebut juga membandingkan di saat timnas Indonesia melawat ke Vietnam. Karena saat itu Vietnam jadi tuan rumah SEA Games 2021 yang mana mendapatkan kualitas lapangan tidak bagus.
Akan tetapi Indonesia pada saat melakoni laga di sana, tetap enjoy menikmati tanpa harus berkeluh kesah.

Baca Juga:  Tanpa Chanathip, Fans Thailand Jagokan Indonesia Juara Di Piala AFF 2022

“Kita juga pernah ke Vietnam, SEA Games 2021. Kita bisa terima biasa saja. Udah enjoy saja, bertanding biasa saja,” terang dari Iwan Bule.

Selain itu ketua PSSI juga menyebut harusnya Vietnam berterima kasih karena Indonesia telah berulang kali menyelamatkan muka Vietnam dimata International.

Diantaranya adalah Indonesia datang menjadi penolong Vietnam pada Asian Games 2018 yang gagal menjadi tuan rumah.

Dan yang terbaru adalah menyelamatkan muka Vietnam karena gagal menyelenggarakan Asian Paragames karena masalah finansial.

“Kompetisi AFF U-16 ini, tidak membutuhkan kualitas stadion terbaik. Ada baiknya kami (Indonesia) berani tawarkan diri menadi tuan rumah,” tegas Iwan Bule kepada awak media.

“Negara lain tidak dapat melakukannya, bisa dilihat pihak AFF tidak berikan dukungan pendanaan untuk turnamen U-16 dan U-19,”

“Kalau memang mampu, kenapa Vietnam tidak menawarkan dirinya menjadi tuan rumah? Harusnya mereka berterima kasih kepada kita (Indonesia). Karena reputasi mereka selalu kita bantu,”

Baca Juga:  Bima Sakti: Myanmar Bukan Tim Remeh, Mereka Bisa Singkirkan Australia dan Malaysia

“Seperti kegagalan mereka menggelar Asian Games 2018 terus kami gantikan. Ada yang terbaru, ASEAN Para Games, seharusnya Vietnam jadi tuan rumahnya karena setelah SEA Games,”

“Namun mereka tidak bisa, kabarnya terkendala masalah ekonomi. Akhirnya kita juga yang datang membantu mereka,” tukasnya.

Stadion Sultan Agung (SSA) dan Stadion Maguwoharjo memang menjadi tuan rumah dalam turnamen AFF Cup U-16 2022 ini.

Vietnam U-16 sendiri kebagian berlaga di Stadion Sultan Agung sebanyak 2 kali, yakni melawan Singapra dan Fillipina.

Sebelum berlaga, beberapa asisten pelatih Vietnam U-16 melakukan inpeksi langsung ke Stadion.

Dari hasil pantauan, tim pelatih Vietnam U-16 menilai kualtas rumput di Stadion Sultan Agung tidak sesuai haapan dan meminta kepada seluruh pemainnya untuk berhati-hati ketika bertanding.

“Para asisten pelatih melakukan pengecekan dan hasilnya melihat jika rumput lapangan Sultan Agung tidak rata. Rumput yang tumbuh ada banyak jenis, ada yang di potong sangat pendek da nada pula yang tinggi.” tulis laman resmi VFF.

Baca Juga:  Comeback Dari Cidera, Saddil Ramdani Catatkan Assist Kunci Kemenangan Sabah FC

Satu hal yang menjadi kekhawatiran Federasi sepak bola Vietnam (VFF) dari kondisi lapangan SSA yang di nilai jelek adalah para pemain yang bisa mengalami cedera.

VFF pun juga sangat menyayangkan kualitas rumput lapangan SSA yang jauh berbeda dengan tempat latihan di Sekolah International Yogyakarta. Seperti yang di ketahui, sekolah International Yogyakarta memang menjadi tempat latihan Timnas Vietnam U-16 dalam beberapa hari terakhir.

“Tak hanya itu, karena ada banyak jenis rumput yang tumbuh, area permukaan jadi tidak merata. Ada yang lunak dan ada yang keras. Hal ini tentu bisa mempengaruhi pergerakan para pemain secara langsung.” Tulis VFF.

close