Tingkatkan Daya Juang, Lee Jaehong: Pemain Harus Pertaruhkan Nyawa, Bersikaplah Seperti Mau Perang

  • Bagikan
Timnas Indonesia langsung digeber latihan fisik usai tiba di Dubai jelang persiapan pertandingan lanjutan Kualifikasi Piala Dunia

Pelatih fisik Timnas Indonesia Lee Jae hong memberikan motivasi untuk membangkitkan daya juang para pemain Indonesia, menurutnya, para pemain harus seperti mau perang dan siap mempertaruhkan nyawa demi membela timnas Indonesia.

Lee Jae hong, sudah bekerja di Indonesia sejak 2019 akhir. Ia tentu sudah paham betul bagaimana karakter pemain-pemain yang ditanganinya.

Menurutnya, sepak bola Indonesia memiliki potensi yang cukup besar untuk bekembang. Namun, ia juga mengungapakan perlunya kesadaran para pemain untuk meningkatkan fisiknya.

Lee Jae hong menilai bahwa ada dua kelemahan yang harus segera dibenahi. Pertama adalah kondisi fisik pemain. Kedua adalah mental.

BACA JUGA:  Choi In cheol Resmi Jadi Asisten Pelatih Timnas Indonesia
Dapatkah Hadiah Uang Puluhan Juta Rupiah, Ayo Daftar Sekarang

Soal kualitas fisik, Lee Jae hong melihat sebenarnya ada beberapa aspek yang positif, seperti kecepatan. Tapi soal kekuatan dan daya tahan, pemain-pemain nasional masih di bawah level ideal.

Lee Jae hong menyebut bahwa otot-otot para pemain yang menjadi penunjang kekuatan dinilainya masih belum di level ideal untuk pemain bola internasional.

Bahkan menurutnya, otot-otot pemain U-19 setara dengan pemain-pemain U-16 di Korsel. Artinya sejak usai muda saja kualitas fisik pemain Indonesia sudah tertinggal.

“Kalau dilihat dari aspek stamina dan fisiknya saja, sebenarnya pemain Indonesia tidak berbeda dengan pemain Korea, terutama dari segi kecepatan. Namun dari segi power (body balance) dan endurance kita (Indonesia) sangat kurang. Apalagi untuk bertahan bermain selama 90 menit masih sulit,” tutur Lee Jae hong di channel Youtube resmi PSSI.

BACA JUGA:  Febri Tolak Tawaran Klub Thailand, Yanto Basna: Indonesia Punya Talenta, Tapi Tak ada Mental

Belum lagi soal body balance. Pemain-pemain Tanah Air dinilai kurang tangguh dalam berduel dengan pemain lawan, terutama yang memiliki postur lebih besar. Padahal, memenangkan duel satu lawan satu di lapangan menjadi faktor pendukung dalam meraih kemenangan.

Situasi lain adalah soal mental. Menurut pelatih fisik Korsel di Piala Dunia 2018 itu, pemain-pemain Indonesia masih terlalu polos sebagai pesepak bola.

“Pemain Indonesia kurang power karena mungkin pola makannya tidak baik. Disamping itu sikap saat berlatih seharusnya seperti layaknya persiapan perang,” ujar Lee Jae hong.

BACA JUGA:  Fahri Husaini Beberkan Alasan Timnas Indonesia Melempem Di Pentas International

“Pesan saya untuk para pemain, baik timnas senior maupun junior, tolong bertanggung jawa pada diri kalian. Baik dari cara makan dan sikap kalian di luar dan di dalam lapangan. Tim nasional itu mewakili sebuah negara, dan sepak bola khususnya Piala Dunia itu layaknya perang.”tuturnya.

“Jadi walaupun kegiatan simpel seperti makan, tolong bertanggung jawab menjaga polanya. Jaga seperti kalian mempertaruhkan nyawa. Karena kita adalah timnas Indonesia. Untuk mempersiapkan perang itu, kita mempertaruhkan nyawa kita,” tuturnya lagi.

View this post on Instagram

A post shared by ais (@ais.sekiya)

  • Bagikan
close