Tijjani Reijnders Tolak Tawaran Naturalisasi Timnas Indonesia

Tijjani Reijnders Tolak Tawaran Naturalisasi Timnas Indonesia
Tijjani Reijnders Tolak Tawaran Naturalisasi Timnas Indonesia

Berita kurang mengenakkan datang dari PSSI. Tijjani Reijnders dikabarkan menolak tawaran untuk membela Timnas Indonesia.

Hal itu disampaikan Hasani Abdulgani selaku anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI yang mengurus proses naturalisasi.

“Saya baru mendapat kabar dari kolega saya di Eropa bahwa Tijjani Reijnders belum berminat gabung Timnas Indonesia,” kata Hasani Jumat (18/2).

“Saya sih sudah feeling, mereka biasanya kontak manajer si pemain. Manajer ini pasti tanya dulu ke pemainnya, kan kita sudah lempar ini 1-2 hari kemarin,” tambah Hasani.

BACA JUGA:  Wow, Arema FC Kejar Stefano Lilipaly dan Samsul Arif, Cocok Gak Aremania ?

“Dia tidak kasih alasan, tapi saya maklum kalau pemain lagi bagus main di sana, dan regulasi liga di Eropa, di Belanda kan ketat,” lanjutnya.

Meski mendapat penolakan dari pemain, Shin Tae-yong terus mendesak PSSI untuk terus mencoba melobi pemain tersebut.

”Tijjani ini pemain bagus. Shin Tae-yong bilang ‘coba jangan putus asa, coba lagi’. Ya, mudah-mudahan mau. Dia sangat berharap ke Tijjani,” tambah Hasani.

BACA JUGA:  Brace Spaso Bawa Bali United Tekuk Persela

“Shin Tae-yong masih sangat berminat sama dia. Tapi, kan ini proses. Jangan sampai berpikir pemain keturunan itu sama seperti pemain lokal, yang kalau dipanggil tak ada persoalan,” lanjutnya.

Selanjutnya, PSSI dan Shin Tae-yong akan mencari dua pemain keturunan lain untuk dinaturalisasi. Sesuai target awal, PSSI berencana menaturalisasi empat pemain keturunan dari Eropa.

BACA JUGA:  Setelah Penantian Panjang, Jonatan Christie Bawa Indonesia Juara Thomas Cup 2021

”Sekarang kami sedang menunggu respons dari beberapa pemain lainnya yang direkomendasi oleh Coach Shin Tae-yong. Semoga target untuk empat pemain tetap tercapai,” lanjutnya.

Sejauh ini, ada dua pemain keturunan yang hampir pasti akan dinaturalisasi. Mereka adalah Sandy Walsh dan Jordi Amat yang sudah mendapatkan rekomendasi dari pemerintah.

close