Tajirnya Pemilik Persija, Dibilang Uangnya Tak Akan Habis Di Indonesia

Tajirnya Pemilik Persija, Dibilang Uangnya Tak Akan Habis Di Indonesia
Tajirnya Pemilik Persija, Dibilang Uangnya Tak Akan Habis Di Indonesia

AISSEKIYA – Pemilik Persija Jakarta dinilai sebagai sosok ‘sultan’ sampai berhasil mendatangkan beberapa pemain dengan nama mentereng. Hal ini diutarakan secara langsung oleh agen yang membawa Thomas Doll serta legiun asingnya, yakni Feras Ali.

Seperti sulit untuk menghabiskan uang, begitulah istilah kegiatan Persija Jakarta di persiapan jelang Liga 1 musim 2022/23.

Selepas tren buruk pada musim 2021/22, tim Persija langsung membenahi skuad dengan menunjuk sosok Thomas Doll untuk dijadikan sebagai pelatih kepala. Setelahnya, beberapa pesepakbola dengan nama mentereng asal Eropa bergantian datang.

Pemain asing pertama yang direkrut oleh klub berjuluk Macan Kemayoran tersebut adalah Ondrej Kudela. Selepas itu, Hanno Behrens, Michael Krmencik, sampai Abdulla Yusuf Helal juga datang ke ibu kota.

Baca Juga:  Antiklimaks, Kalah Dari Kroasia, Timnas Jepang Pilih Lakukan Membungkuk Maaf Ke Pendukung

Agen Thomas Doll, Feras Ali, menyebutkan kalau manajemen beserta pemilik Persija memang serius untuk membentuk skuad mentereng.

“Pemilik klub merupakan orang kaya dan dia punya bisnis yang cukup stabil. Disamping itu juga, industri olahraga disana berbeda dengan yang ada di Republik Ceko,” ungkap Feras Ali seperti dilansir CNN Iprima.

“Kemudian, basis suporter Persija Jakarta begitu besar. Pemilik mempunyai kesebelasan sepakbola lainnya di Belgia dan Australia, dia juga menjadi sponsor tim besar Italia.”

Baca Juga:  Gaya Anti Mainstream Neymar Saat Rayakan Kemenangan Brasil Atas Korea

“Namun di Republik Ceko itu bisa habis. Disana para suporter mendukung tim kesayangannya lantaran mereka tahu bahwa mereka akan bersenang-senang,” imbuhnya.

Punya Hubungan Baik dengan Pemilik Macan Kemayoran

“Rekan saya merupakan bos Persija Jakarta. Oleh karena itu, saya diberikan kepercayaan untuk menagani seluruh transfer tim ini.”

“Saya selalu berupaya menghubungi atau berhubungan secara langsung dengan pemilik. Mulanya, saya mempresentasikan pandangan dan ide saya mengenai seperti apa klub di musim depan. Begitu pula disana,” tandas Feras Ali.

Baca Juga:  Jadi Ladang Pembantaian Brasil vs Korea, Stadion 947 Resmi Dibongkar

Sebelumnya, Feras Ali pernah bekerja dengan PSSI dalam kurun 2013 hingga 2015, sebelum akhirnya dibebukan oleh FIFA lantaran intervensi dari pemerintah. Dia juga yang menawarkan Thomas Doll ke Macan Kemayoran, yang disusul oleh pelatih kiper, Jan Klima.

“Saya sempat kerja bersama PSSI sekitar 2013 sampai 2015 sebelum FIFA memberi sanksi.”

“Saya sendiri yang menawarkan Persija untuk merekrut Thomas Doll. Kemudian, saya menghubungi Jan Kliman ke klub. Ia masih punya kontrak tiga musim disana.

close