Sempat Dilepas, Kurniawan Dwi Yulianto Resmi Kembali Jadi Pelatih Sabah FA

  • Bagikan
Pelatih Sabah FA, Kurniawan Dwi Yulianto 

Striker legendaris Timnas Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto akan kembali mengarungi Liga Super Malaysia bersama Sabah FC. Padahal, sebelum ini posisinya sempat dilepas usai hasil kurang memuaskan.

Mantan striker timnas itu melanjutkan karir di dunia sepak dibidang kepelatihan, Kurniawan Dwi Yulianto mengawali karier dalam dunia kepelatihan sebagai asisten pelatih tim Merah Putih. Dianggap sukses, Sabah FA lantas meminang jasanya sebagai modal untuk juarai Liga Super Malaysia.

BACA JUGA:  Ketua PSSI Sebut Malaysia Mulai Takut Ketemu Timnas Indonesia U-19

Alih-alih lakukan gebrakan sebagai juru taktik skuat utama, pelatih berusia 44 tahun ini malah sempat tersingkir gara-gara hasil mengecewakan. Kendati Sabah FA sudah menunjuk Lukas Kalang Laeng sebagai pengganti, Kurniawan malah akan kembali dilantik.

Ya, mengutip dari BHarian, eks penyerang kebanggaan Timnas Indonesia itu dipastikan kembali lagi jadi pelatih usai dapat konfirmasi Zulhelmi Zainal Azam selaku jurnalis Astro Arena Malaysia. Penunjukkan dirinya lagi tak lepas dari penggantian kepengurusan klub.

BACA JUGA:  Legenda Timnas Indonesia Minta Indra Sjafri, Yeyen Tumena, Dan Syarif Bastaman Tak Gangu Keja Shin Tae Yong
Dapatkah Hadiah Uang Puluhan Juta Rupiah, Ayo Daftar Sekarang

Datuk Seri Bung Moktar Radin yang dikenal sebagai Presiden Persatuan Sepak Bola Sabah (SAFA), kabarnya mengambil alih kepemimpinan dari CEO klub, Datuk Verdon Bahanda. Maklum, perombakan total bakal dilakukan tim berjulukan Rhinos tersebut.

Demi menyukseskan potensi Kurniawan, Bung Moktar bahkan mencarikan asisten pelatih yang juga legenda Sabah, Burhan Ajui. Hadirnya asisten pelatih ini setidaknya bisa membantu kinerja pelatih utama yang urung memuaskan.

BACA JUGA:  Tanpa Elkan Baggot, Shin Tae yong Sebut Timnas Indonesia Berkembang Lebih Baik Selama TC di Dubai

Pada Liga Super Malaysia 2020 lalu, Sabah FA yang ditukangi Kurniawan Dwi Yulianto hanya bisa akhiri musim di peringkat 10 klasemen Liga Super Malaysia. Dalam 11 pertandingan, Sabahawks hanya raih dua kali menang, tiga kali imbang, dan enam kali kekalahan.

  • Bagikan