Segini Perbedaan Gaji Pemain Liga 1 dan Abroad, Naik Level Harus Tinggalkan Zona Nyaman

Segini Perbedaan Gaji Pemain Liga 1 dan Abroad, Naik Level Harus Tinggalkan Zona Nyaman
Segini Perbedaan Gaji Pemain Liga 1 dan Abroad, Naik Level Harus Tinggalkan Zona Nyaman

AISSEKIYA – Melanjutkan karier di kancah internasional merupakan mimpi para pemain sepak bola Tanah Air. Dimana, para pemain akan dijanjikan dengan kualitas setiap kompetisi level atas dan pengalaman yang berpengaruh akan perkembangan performa tiap pemain.

Akan tetapi, setiap tindakan pasti ada yang harus dikorbankan. Begitu juga dengan sepak bola, apabila mereka bermain di luar negeri, mereka harus siap melepaskan zona nyaman mereka.

Contoh kecil diantaranya jauh dari keluarga. Disisi lain, makanan dan cuaca di luar negeri yang pasti berbeda dengan Indonesia. Hal tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pemain yang berkarier di kancah internasional.

Selain itu, terdapat beberapa penggemar sepak bola yang awam menganggap bahwa gaji para pesepakbola di luar negeri mendapatkan upah yang lebih besar dibanding bermain di dalam negeri. Namun faktanya sebalknya.

Baca Juga:  Mengamati Timnas Indonesia, Curacao Kagum Terhadap Sosok Nadeo dan Arhan

Jika dibandingkan, ternyata para pemain yang berkarier di luar negeri mendapatkan upah yang lebih kecil.

Taisei Marukawa, penyerang sayap PSIS Semarang ini pernah menjelaskan bahwa gaji yang ia dapatkan saat bermain di Liga Malta lebih kecil. Upah tersebut berbeda dengan uang ia dapatkan ketika membela Persebaya Surabaya dan PSIS Semarang.

“Sangat kecil (gaji pemain di Malta) hanya bisa digunakan untuk hidup saja, menabung yang jelas tidak bisa, tapi ketika di Indonesia, akhirnya mendapatkan gaji lebih besar dari pada pemain seumuran saya, jadi setara dengan upah di J-League 1, puluhan kali lipat jika dibandingkan dengan Malta,” tutur Taisei Marukawan, dilansir dari Youtube Nakashun pada hari Kamis (4/8/2022).

Baca Juga:  Proses Naturalisasi Sandy Walsh Jadi Sorotan Media Belanda

Ucapan Taisei Marukawa bukanlah isapan jempol belaka. Dimana, upah para pemain Abroad di luar negeri memang diperkirakan jauh lebih sedikit dibandingkan dengan Indonesia.

Sebagai contoh Asnawi Mangkualam, pemain Timnas Indonesia itu membela Ansan Greeners yang diperkirakan mendapat gaji sekitar Rp. 5,98 Miliar per tahun.

Bukan hanya Asnawi, terdapat juga Saddil Ramdani yang berhijrah ke Sabah FC dengan gaji sekitar Rp. 4,2 Miliar per tahun. Hal tersebut ternyata berada jauh dibawah para pemain yang bermain di Liga 1 Indonesia.

Sedangkan Pratama Arhan yang bermain bersama dengan Tokyo Verdy dimana lebih sedikit lagi. Berdasarkan perkiraan dari media Jepang, Pratama Arhan menerimakan gaji sebesar 600 juta pertahun.

Baca Juga:  Ini Alasan Shin Tae-yong Kenapa Muhammad Rafli Tetap Dipanggil Timnas Indonesia

Sedangkan Marc Klok, gelandang Persib Bandung mendapatkan gaji Rp8 miliar pertahunnya. Sedangkan Stefano Lilipaly mendapatkan gaji 6,2 miliar pertahunnya.

Jika melihat perbandingan yang jauh tersebut, tentunya para pemain abroad harus bisa tinggalkan zona nyaman mereka.

Seperti contohnya Asnawi Mangkualam yang menerimakan gaji lebih kecil, tapi dia meningkatkan level permainannya di luar negeri.

Selain beradaptasi dengan budaya di sana, Asnawi juga baru berikan susah payahnya mencari makanan halal di sana. Karena Asnawi muslim, di Korea Selatan kebanyakan makanan dari babi.

Jadi siapa yang bakal berani seperti mereka, meningkatkan level namun upah lebih turun?

close