Presiden TV Korsel Minta Maaf Usai Hina Indonesia di Acara Pembukaan Olimpiade Tokyo 2020

  • Bagikan
President TV Korsel minta maaf usai hina Indonesia di acara pembukaan Olimpiade Tokyo 2020

Salah satu stasiun televisi nasional terbesar di Korea Selatan, MBC membuat heboh dunia karena menghina sejumlah negara, termasuk Indonesia di acara pembukaan Olimpiade Tokyo 2020. 

MBC menyiarkan upacara pembukaan Olimpiade Tokyo 2020 dan menyebabkan kontroversi atas pemutaran yang tidak pantas seperti menyisipkan gambar kecelakaan nuklir Chernobyl saat kontingen Ukraina tampil.

Lalu MBC juga memberikan informasi tentang pembunuhan presiden saat memperkenalkan Haiti, dan menyebut Bitcoin saat memperkenalkan El Salvador di negara tersebut. 

Lalu ketika kontingen Indonesia sedang diperkenalkan, MBC juga membahas hal lain yang tak ada hubungannya dengan olahraga.

BACA JUGA:  Jebolan Timnas U-19 Resmi Gabung AHHA PS PATI FC
Dapatkah Hadiah Uang Puluhan Juta Rupiah, Ayo Daftar Sekarang

MBC justru menjelaskan Indonesia sebagai negara terpadat keempat di dunia tapi memiliki Gross Domestic Product (GDP) yang rendah. Tak hanya itu, MBC juga membahas masalah vaksinasi di Indonesia yang masih terbilang rendah.

Bahasan yang bukan olahraga dan justru seperti menghina negara peserta Olimpiade itulah yang membuat MBC mendapatkan kritikan dari berbagai negara di belahan dunia.

Mengakui kesalahan yang telah mereka buat, Presiden MBC, Park Sung-Je yang langsung meminta maaf kepada dunia terkait insiden di acara pembukaan OlimpiadeTokyo 2020. 

Sung-je bahkan melakukan aksi membungkuk yang melambangkan permintaan maaf sebesar-besarnya.

BACA JUGA:  Premier League: Manchester City vs Chelsea, Simulasi Final Liga Champions

“Kami melakukan siaran yang merusak semangat persahabatan, solidaritas, dan kerukunan orang-orang di seluruh dunia di tengah bencana wabah virus corona baru (Covid-19),” ungkap Sung-je, dikutip dari Allkpop, Rabu (28/7/2021).

“Saya menundukkan kepala saya sebagai kepala eksekutif konten MBC kepada orang-orang di negara ini dan pemirsa yang kecewa yang terluka oleh siaran yang ceroboh dan kurangnya pertimbangan untuk negara-negara yang berpartisipasi” tambahnya.

“Akhir pekan lalu adalah saat yang paling menyakitkan dan malapetaka sejak pelantikan sebagai presiden MBC,” tuturnya.

“Setelah memeriksa keadaan babak pertama, tampaknya ada masalah dengan pengenalan norma dasar dan sistem inspeksi konten, yang tidak dapat dihentikan sebagai tindakan disipliner,” sambung bos MBC tersebut.

BACA JUGA:  Kalah 3 Pertandingan Beruntun, Kurniawan Dwi Yulianto Terancam Dipecat Sabah FA

“Kami sedang bekerja untuk mencari tahu penyebab dan siapa yang bertanggung jawab. Kami akan memperkuat kode penyiaran, peraturan perusahaan, dan peraturan musyawarah internal, dan membuat komite etika bersama dengan sistem penyaringan kecukupan konten untuk mencegah insiden seperti itu terjadi lagi,” lanjutnya.

“Kami akan melakukan yang terbaik untuk meningkatkan kesadaran perusahaan yang menghormati nilai-nilai universal dan keragaman budaya umat manusia dan menghargai hak asasi manusia dan kesadaran kesetaraan gender dalam memproduksi semua konten serta olahraga. Kami akan memenuhi tanggung jawab publik kami,” imbuh Park Sung-je.

  • Bagikan