Petinggi Persis Ancam Angkat Kaki Karena Ulah Kericuhan Pasoepati Di Jogja

Petinggi Persis Ancam Angkat Kaki Karena Ulah Pasoepati
Petinggi Persis Ancam Angkat Kaki Karena Ulah Pasoepati

AISSEKIYA – Salah satu petinggi klub Persis Solo memberikan ancaman bakal pergi dari klub akibat ulah para supporter Persis Solo di Yogyakarta.

Seperti yang di ketahui, Persis Solo bertemu dengan Dewa United pada pekan perdana BRI Liga 1 musim ini. Laga yang mempertemukan 2 tim promosi tersebut berlangsung di Stadion Moch. Soebroto, Magelang sore tadi.

Namun kericuhan supporter malah terjadi di kota Yogyakarta. Menurut informasi, rombongan yang di duga kuat group Pasoepati (julukan supporter Persis) terlibat kericuhan di tugu Pal Putih, Yogyakarta pada senin siang tadi, sebelum laga berlangsung.

Baca Juga:  Antiklimaks, Kalah Dari Kroasia, Timnas Jepang Pilih Lakukan Membungkuk Maaf Ke Pendukung

AKP Timbul Sasana Raharjo pun menyebut bahwa rombongan supporter datang dari arah timur, kemungkinan besar itu dari Solo. Namun Timbul Sasana Raharjo belum berani memastikan karena masih dalam penyelidikan.

“Mereka datang dari Timur. Kemungkinan besar yadari Surakarta. Tapi saya belum berani memastikan sebab proses penyelidikan masih berlangsung, kemungkinan suporter itu mau ke Magelang.” ungkap Kasi Humas Polresta Yogyakarta tersebut.

“Waktu itu beberapa dari mereka masuk ke warung kopi, Warga sekitar pun sedikit terprovokasi, bagusnya tidak ada korban jiwa. Tidak ada kontak fisik yang terjadi, namun kaca warung-warung banyak yang pecah,” tambah AKP Timbul Sasana Raharjo.

Baca Juga:  Jelang Laga Melawan Brasil, Paulo Bento Bicara Peluang Korea Selatan

Tak hanya di satu tempat saja, gesekan juga terjadi di jalan Gejayan, Sleman. Satu unite sepada motor mengalami kerusakan yang cukup parah akibat insiden tersebut. Salah satu tukang parkir yang ada di tempat pun menceritakan kronologi kejadian.

“Sebelumnya ada teriakan lalu ada yang mengejar, 1 motor di tinggal lari, akhirnya motornya yang di hajar. Kericuhan tersebut juga sudah terlihat sejak dari arah selatan, sampai ke sini masih ribut juga.” terang Yono, tukang parkir yang jadi saksi keributan di Gejayan.

Baca Juga:  Jadi Ladang Pembantaian Brasil vs Korea, Stadion 947 Resmi Dibongkar

Karena kejadian yang cukup memalukan ini, salah satu pemegang saham Persis yakni Kevin Nugroho pun mengecam tindakan tidak patut di contoh ini melalui akun Twitter pribadinya.

“Sikapmu jangan memalukan tim kesayanganmu, kembali ke Jogja lagi, Persis saya tinggal,” cuit Kevin Nugroho.

close