Pertama! Laga Super UEFA 2022 Bakal Gunakan Teknologi Offside Otomatis

Teknologi Offside Otomatis
Pertama! Laga Super UEFA 2022 Bakal Gunakan Teknologi Offside Otomatis

AISSEKIYA – Teknologi Offside Otomatis!! Laga Super UEFA 2022 akan segera berlangsung dalam waktu dekat ini. Laga yang mempertemukan Real Madrid (juara liga Champions Eropa) versus Eintracht Frankfurt (juara Piala UEFA) tersebut akan di gelar pada tanggal 10 Agustus 2022, di Helsinki, Finlandia.

Menurut laporan, UEFA bakal menerapkan teknologi terbaru yakni Semi-Automated Offside Technology (SAOT) di partai besar ini. Teknologi Offside Otomatis ini memang sudah kampanyekan sejak beberapa bulan yang lalu.

Rencananya, perhelatan Piala Dunia November nanti akan menggunakan teknologi terbaru ini. Hal ini seperti yang di konfirmasi pihak Federasi Sepak Bola Eropa (UEFA) pada rabu kemarin.

“UEFA dengan bangga memberitahu bahwa SAOT (Semi-Automated Offside Technology)  bakal tayang perdana di ajang Piala Super UEFA,” pernyataan resmi UEFA di situsnya.

Tak sampai di situ, UEFA juga mengatakan akan menerapkan tekonologi terbaru ini di fase penyisihan group UEFA Champions League musim 2022-2023.

Baca Juga:  Meningkatnya Karir Ramadhan Sananta, Dari Liga 3 ke Timnas Hanya Membutuhkan Waktu 1 Tahun

Federasi Sepak Bola Eropa (UEFA) mengklaim bahwa teknologi Semi-Automated Offside Technologysudah berfungsi penuh setelah di uji selama 2 tahun.

UEFA memang sudah menguji teknologi ini sejak tahun 2020 lalu. Total UEFA sudah melakukan tes sebanyak 188 pertandingan, termasuk pertandingan UCL musim lalu, fase group UCL wanita dan semua kompetisi wanita UEFA.

“Lebih lanjut, Teknologi SAOT juga akan di gunakan di babak penyisihan grup di kompetisi Liga Champions UEFA mendatang.”

“UEFA terus mencari solusi teknologi terbaik dan terbaru untuk meningkatkan kualitas permainan sepak bola dan mendukung pekerjaan wasit agar lebih fair,” ujar Roberto Rosetti, Kepala Wasit UEFA.

Roberto Rosetti juga mengatakan bahwa penerapan Semi-Automated Offside Technology akan sagat embantu kinerja wasit dalam mengambil keputusan secara tepat dan cepat. Hal ini tentu juga akan membuat pertandingan jadi lebih fair dan berkualitas.

Baca Juga:  Mengamati Timnas Indonesia, Curacao Kagum Terhadap Sosok Nadeo dan Arhan

Sebagai teknologi baru, Semi-Automated Offside Technology (SAOT) akan sangat membantuk tim wasit VAR (Video Assistant Referee) untuk menentukan situasi Offside dengan cepat dan akurat.

“Teknologi baru yang cukup inovatif ini akan memungkinkan VAR (Video Assistant Referee) untuk menentukan kejadian offside dengan lebih cepat dan tentunya lebih akurat, meningkatkan permainan dan konsistensi dalam mengambil keputusan.”

“Nantinya sistem SAOT sudah siap untuk di terapkan di dalam laga-laga resmi di setiap partai Liga Champions,” tambahnya.

Disiapkan Untuk Piala Dunia Qatar 2022

Sebelum UEFA mengumumkan hal ini, teknologi SAOT ini sebenarnya sudah di pastikan bakal di gunakan pada Piala Dunia 2022 Qatar. Pihak FIFA memang lebih dulu mengumumkan mengenai teknologi terbaru ini.

Pihak FIFA mengatakan bahwa sudah menguji coba teknologi SAOT ini di Piala Dunia Antar Klub 2021 kemarin. Dikutip dari FIFA, teknologi Offside Otomatis ini menggunakan 12 kamera pelacak khusus yang di pasang di atap Stadion.

Baca Juga:  Cerita Lionel Messi Yang Pernah Terkena Kasus di Curacao

Nantinya 12 kamera pelacak tersebut berfungsi untuk melacak bola sampai 29 titik data dari masing-masing pemain yang ada di lapangan.

Lebih lanjut, Semi-Automated Offside Technology (SAOT) akan memberikan peringatan kepada wasit Video Assistant Referee (VAR) apabila pemain berada dalam posisi Offside. Wasit Video Assistant Referee (VAR) akan menganalisa terlabih  dahulu sebelum memberitahu wasit utama yang berada di lapangan.

FIFA dan UEFA memang terus berusaha untuk membuat sebuah pertandingan jadi lebih fair. Seperti yang di ketahui, sebelum adanya teknologi-teknologi canggih seperti VAR, wasit-wasit sering mengambil keputusan yang salah.

Hal ini tentu bisa merugikan banyak pihak, apalagi sepak bola modern sekarang sudah menjadi bisnis besar bagi kalangan-kalangan elite dunia.

close