Pengakuan Park Hang-seo, Penyesalan Hingga Sakit Mental Hampir Mati Karena Melatih

Park Hang-seo
Park Hang-seo

Pelatih Timnas Vietnam U-19, Park Hang-seo, akhir akhir ini mengungkapkan sebuah pengakuan yang mengejutkan. Park Hang-seo menyampaikan tidak ingin menjadi pelatih apabila terlahir kembali ke dunia.

Dengan terus terang, Pria asal Korea Selatan tersebut mengungkapkan dirinya sangat tersiksa oleh tekanan yang diterimanya sebagai pelatih. Menurut Coach Park, tekanan yang ia dapatkan sangat besar.

Selain itu, keberhasilan yang tidak dapat dinikmati dengan jangka panjang. Itulah alasan mengapa Coach Park tidak ingin menjadi pelatih apabila terlahir kembali.

Jika Reinkarnasi Tidak Ingin Jadi Pelatih

“Andai dapat bereinkarnasi, saya tidak ingin menjadi pelatih sepak bola. Saya sudah melewati begitu banyak hal dan sering bertanya pada diri saya sendiri, apakah saya dapat melakukannya kembali?” ujar Park Hang-seo, dilansir Football5star.com dari VN Express.

Meski begitu, bukan berarti mantan asissten Guus Hiddink di Timnas Korea Selatan saat  Piala Dunia 2022 itu menyesali dan tidak dapat menikmati pekerjaannya saat ini. Coach Park tetap penuh syukur.

Baca Juga:  Pakai Kursi Roda, Kiper Vietnam Diprediksi Absen di Laga Final Lawan Timnas Indonesia

“Dibalik dari hal tersebut, saya memiliki karier yang dapat dibanggakan dan tidak akan bisa saya lupakan,” kata Coach Park.

Selaku pelatih, Park Hang-seo sudah pernah merasakan banyak hal. Sebelum mendapat banyak pujian dari publik sepak bola Vietnam seperti sekarang.

Baca Juga:  Breaking News: Robert Alberts Resmi Mundur dari Kursi Kepelatihan Persib Bandung

Dia juga pernah mengalami hal pahit yang luar biasa saat menahkodai sejumlah klub di negaranya. Bahkan, dia sempar menderita penyakit panic disorder.

“Saya pernah merasakan seperti mau meningggal. Ketika menjadi pelatih Sangju Sangmu, saya dua kali mengalami kolaps dan harus dibawah ke unit gawat darurat.”

“Setelah menjalani pemeriksaan secara menyeluruh, mereka memberitahu saya bahwa saya mengidap panic disorder,” lanjut Park Hang-seo.

Gangguan yang dialaminya itu, dia mengatakan bahwa belum sepenuhnya sembuh atau hilang.

Baca Juga:  Jadwal Final Piala AFF U-16 2022 Indonesia Versus Vietnam, Garuda Tuntaskan!

“Saya masih menjalani proses pengobatan sampai sekarang. Saya pikir hal tersebut terjadi akibat saya terlalu tertekan oleh kasih akhir yang mesti diraih,” sambung Coach Park.

Kini, seirinng pengobatan yang dilakukannya, Park Hang-seo bisa lebih beradaptasi dengan keadaan yang dihadapinya. Park Hang-seo menilai keberhasilan sebuah angin lalu.

Setelah tercapainya sebuah tujuan, dia harus segera melupakan hal tersebut dan kembali fokus ke tujuan yang lainnya.

close