Kronologi Dan Cerita Orang Terdekat Tentang Suporter PSS Sleman Meninggal Dunia Karena Dikeroyok

Kronologi Dan Cerita Orang Terdekat Tentang Suporter PSS Sleman Meninggal Dunia Karena Dikeroyok
Kronologi Dan Cerita Orang Terdekat Tentang Suporter PSS Sleman Meninggal Dunia Karena Dikeroyok

AISSEKIYASebelumnya Turut Berduka Cita/ Innalillahi. Tri Fajar Firmansyah, salah satu korban akibat rivalitas buta supporter sepak bola di Indonesia. Satu lagi nyawa melayang karena di keroyok gerombolan yang mengatasnamakan supporter sepak bola.

Diketahui, Tri Fajar Firmansyah sehari-harinya berprofesi menjadi juru parkir di Mirota, Babarsari, Sleman Yogyakarta.

Mendapatkan amukan para gerombolan tersebut, Fajar sempat dilarikan ke rumah sakit. Setelah itu hendak di operasi, namun tidak terselamatkan. Menurut informasi yang didapatkan, Fajar adalah fans dari tim PSS Sleman.

Kabar meninggalnya Fajar diketahui berasal dari postingan twitter kelompok supporter PSS Sleman, @BCSxPSS_1976.

Baca Juga:  Ini Alasan Shin Tae-yong Kenapa Muhammad Rafli Tetap Dipanggil Timnas Indonesia

“Turut berduka cita atas berpulangnya saudara kami, Tri Fajar Firmansyah dari komunitas BTCY. Semoga almarhum husnul khotimah, sugeng tindak mas Fajar,” tulis @BCSxPSS_1976.

Tragedi yang sangat pilu ini adalah buntut akan kelanjutan kerusuhan supporter terjadi di Gejayan dan jalan Tugu, Sleman Yogyakarta menjelang pertandingan antara Persis Solo melawan Dewa Unite pada 25 Juli silam.

Keadian itu diawali dari supporter Persis Solo yang konvoi memberikan dukungan tim kesayangan berlaga melawan Dewa United, Senin (25/7).

Namun, ada gerombolan anggota fans Persis Solo terlibat cekcok dengan warga sekitar Sleman. Kericuhan itu terjadi dan membuat aksi saling lempar batu antara supporter Persis dan warga sekitar.

Baca Juga:  Messi Thailand Alami Cedera Saat Lawan Malaysia Di Kings Cup

Tidak terima dengan insiden itu, gerombolan yang diduga supporter di Yogyakarta membalas pada malam harinya. Hingga terjadinya pengeroyokan Tri Fajar Firmansyah. Di duga mereka salah sasaran.

PSS Sleman langsung ucapkan bela sungkawa mendalam terhadap salah satu supporter mereka.

Ada cerita dari teman dekat Fajar tentang kronologi pengeroyokan terjadi. Amin, teman dekat Fajar menyebutkan bahwa almarhum tidak ikut dalam tawuran.

“Mas Fajar itu tidak ikut tawuran. Dirinya menemani rekannya mas Imam jadi juru parkir di Mirota Babarsari,” terang dari Amin tetangga Fajar.

Baca Juga:  Cerita Lionel Messi Yang Pernah Terkena Kasus di Curacao

Maka meninggalnya Fajar tersebut membuat Amin kaget. Karena 30 menit sebelum di keroyok, Amin sempat bertemu dengan Fajar.

“Sebelumnya saya papasan saja di jalan. Saya tanya mau kemana, dari mana. Dirinya menyebutkan alasan ke sana karena menjaga biar rombongan tidak masuk ke kampung,” ceritanya.

“Fajar itu dikenal banyak warga jadi anak baik. Kenapa dia mau menjaga kampung? Karena ada kasus sebelumnya rombongan tersebut masuk ke kampung melempari orang-orang sini,” jelas Amin.

close