Kepemilikan Brisbane Roar Bermasalah, Joko Driyono Jadi Sorotan di Australia

  • Bagikan

Nama Joko Driyono kembali jadi sorotan usai lama tak terdengar aktivitasnya oleh publik, Kini, Namanya tiba-tiba muncul di pemberitaan di Australia. Hal itu karena kepemilikan Brisbane Roar bermasalah.

Dikutip dari ABCnet, Nama Joko Driyono disangkut pautkan dengan kepemilikan Brisbane Roar.

Publik sepak bola Australia mempertanyakan soal transparansi serta pembiayaan klub yang dipegang orang asing.

BACA JUGA:  Update Corona 4 Juni 2020, 28,892 Kasus dan 8,892 Orang Sembuh

Diketahui, di A-League ada lima dari 12 klub yang dimiliki oleh pihak asing. Salah satu yang disorot ialah Brisbane Roar.

Dapatkah Hadiah Uang Puluhan Juta Rupiah, Ayo Daftar Sekarang

Klub itu dimiliki sepenuhnya oleh salah satu perusahaan terbesar di Indonesia, Grup Bakrie. Adik Aburizal Bakrie, Nirwan, adalah sosok yang berpengaruh di sepak bola Indonesia.

Dokumen yang diajukan ke regulator perusahaan Australia menunjukkan bahwa mereka memiliki Brisbane Roar melalui perusahaan induk Indonesia, Pelita Jaya Cronus. Lalu ternyata ada nama Joko Driyono yang menjadi direktur perusahaan.

BACA JUGA:  Breaking News: Indonesia Resmi Diberi sanksi Badan Anti Doping Dunia

Joko Driyono Tetap Orang Penting

Media itu jua menyebut kalau Jokdri masih tetap mejadi Presiden Direktur Pelita Jaya Cronus. Di Indonesia, presiden direktur mengepalai dewan direksi.

Sebenarnya posisi Jokdri tak ada salahnya. Media itu jua menyebut kalau klub-klub A-League yang dijalankan sebagai perusahaan swasta tak diharuskan untuk mempublikasikan laporan keuangan tahunan.

BACA JUGA:  Tampil Superior di Liga 2, COO Dewa United: Ini Berkat 2D

“Saya pikir setiap entitas yang ingin masuk ke A-League harus mengungkapkan dengan tepat siapa mereka dan apa tujuannya. Beda dengan di sebagian besar liga Eropa karena kepemlikannya sangat transparan,” kata seorang pengamat, Griffin.

  • Bagikan
close