Kelewat Manja, Pemain Garuda Select Ngambek Minta Pulang

Mola TV Ngamuk, Pemain Garuda Select Mentalnya Lemah & Ngerengek Minta Pulang
Mola TV Ngamuk, Pemain Garuda Select Mentalnya Lemah & Ngerengek Minta Pulang

Aissekiya.com– Perwakilan Mola TV, Mirwan Suwarso mengungkapkan bahwa pemain Garuda Select memiliki mental yang lemah untuk bermain di Eropa. Bahkan diantaranya sering meminta pulang.

Garuda Select sendiri merupakan program pembinaan sepakbola Indonesia usia muda di Inggris yang disponsori oleh Mola TV demi melahirkan bibit unggul pesepakbola Indonesia.

Tercatat lebih dari 100 orang pemain sepakbola muda Indonesia yang sudah mencicipi bagusnya program Garuda Select yang di sponsori Mola TV ini.

Namun dalam menjalankan program tersebut, ternyata banyak sekali pemain yang memiliki mental sangat lemah dan mudah menyerah.

BACA JUGA:  Manchester United Kalah dari Leicester City di Old Trafford, Manchester City Resmi Juara Premier League

Hal ini diungkap langsung oleh Suwarso sebagai perwakilan dari Mola TV. Menurutnya sikap manja Garuda Select ini sudah sering terjadi sejak program ini diluncurkan.

“Dalam sepak bola, bos nggak selalu senang dengan kami. Di saat situasi negatif, harusnya membuktikan, bukannya malah ngambek minta pulang,” ungkap Mirwan Suwarso di webinar Understanding Football Club’s Business Model, The Story of FC Como Italia, Jumat (11/2/22).

BACA JUGA:  Sri Mulyani Kenakan Pajak pada Pulsa dan Token Listrik, Harga Bakal Naik?

Senada dengan Mirwan, salah satu staf pelatih sekaligus penerjemah Garuda Select 2, Timo Scheunemann juga mengungkapkan sikap manja para pemain Garuda Select yang kerap terjadi.

“Anak-anaknya saya lihat memang begitu. Bukan baru sekarang, tapi kemanjaan itu sudah ada (sejak angkatan sebelumnya),” ucap Timo Scheunemann di sesi tersebut.

“Jadi tugas saya waktu itu, mendatangi ke kamar mereka, akhirnya sekarang ada yang bermain di Persib Bandung, ada Kakang (Rudianto), ada beberapa pemain lah,” ungkap Timo lagi.

BACA JUGA:  Kalah dari Bhayangkara FC, Persebaya Gagal Sodok Arema dari Puncak Klasemen

“Intinya pada saat dimarahi, dikasih tahu yang benar, dimarahi yang benar karena dia salah, maksudnya kan baik, itu harus dikasih tahu ke mereka, kalau enggak ngambek,” cetusnya.

“Jadi, Garuda Select itu langkah awal. Kalau ada pemain seperti Bagus (Kahfi), saya lihat dia karakternya mantap, bisa saja (menjadi pioner pemain Indonesia di Eropa). Tetapi pemain pada umumnya butuh tahap itu (digembleng) biar nggak manja,” pungkasnya.

close