Jatuh Bangun Como 1907, Pernah Jadi Milik Istri Eks Pemain Persib hingga Jadi Milik Orang Terkaya Indonesia

  • Bagikan
Como 1907, klub milik orang terkaya Indonesia

Striker Persib Geoffrey Castillion resmi menjadi pemain pinjaman di klub Italia, Como 1907. Pemain asal Brasil itu berstatus pinjaman hingga Juni 2021 di klub kasta ketiga Liga Italia tersebut.

Dukungan diberikan banyak pihak dengan kepindahan Castillion ke Como 1907. Salah satunya dari pelatih Persib, Robert Alberts.

“Peminjaman terhadap Geoffrey Castillion merupakan hal bagus karena ia akan kembali dalam kondisi bugar,” kata pelatih asal Belanda itu seperti dikutip Football5star.com dari laman resmi klub, Rabu (3/2/2021).

Como 1907 sendiri mungkin sudah tidak terlalu asing bagi pencinta sepak bola nasional. Oktober 2019, Grup Djarum melalui SENT Entertainment LTD mengakuisisi klub divisi 3 Italia, Como 1907.

Dapatkah Hadiah Uang Puluhan Juta Rupiah, Ayo Daftar Sekarang

Dikutip dari Laprovincia di Como, SENT Entertainment LTD merupakan perusahaan berbasis di London namun mereka disokong penuh oleh Robert Budi Hartono dan Robert Wijaya Suwanto.

BACA JUGA:  Cristiano Ronaldo Akan Datang ke Indonesia untuk Menghadiri Pernikahan Martunis, jika Pemerintah Yang Mengundang

Robert Budi dan Michael Bambang adalah dua bersaudara pemilik Djarum. Robert dan Michael merupakan orang terkaya di Indonesia. Pembelian Como oleh Grup Djarum sendiri menurut Robert Hartono didasari keinginan dirinya membantu perkembangan sepak bola nasional.

“Nah itu tujuannya untuk membantu supaya PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia) bisa berkembang nantinya, karena ini yang saya bina adalah junior 16 tahun ke atas,” ucapnya seperti dikutip dari CNBC.

Sebelum di beli grup Djarum, Como pertama kali main di pentas Serie A Italia pada 1949. Empat tahun klub yang berbasis di Lombardi ini bermain di kompetisi tertinggi di Negeri Pizza tersebut.

Setelah itu, Como lebih banyak bermain di kompetisi kasta terbawah. Baru pada 1984, Como kembali merasakan bermain di Serie A Italia. Klub berjuluk I Lariani itu bermain selama lima musim di Serie A Italia. Lima musim di Serie A, Como sempat mencatat hasil cukup bagus pada musim 1986.

BACA JUGA:  Muhammad Supriadi, Anak Penjual Nasi yang Sukses Membangun Mimpi Jadi Pesepak Bola

Como 1907, Dikuasai Istri Eks Persib Hingga Jadi Milik Orang Terkaya Indonesia

Dilatih oleh Emiliano Mondonico, Como bisa finish di urutan ke 9 Serie A musim 1986-87. Dua pemain Como di musim itu yang cukup menonjol adalah striker asal Swedia, Dan Corneliusson serta Marco Simone, striker yang bersinar bersama AC Milan, PSG dan Monaco.

Petaka datang bagi Como pada 1989. Klub ini mengalami kesulitan finansial. Pada awal abad ke-21, Como sempat bangkit setelah bermain di pentas Serie C1. Sayangnya di 2001, klub ini kembali ditempa hal tak mengenakkan. Saat pertandingan melawan Modena di Seri B, terjadi insiden kekerasan yang melibatkan pemain.

BACA JUGA:  Update Terbaru Corona 30April 2020, Total 10.118 Orang dan 792 Orang Meninggal

Kapten mereka saat itu, Massimiliano Ferrigno bahkan mendapat hukuman larangan bermain sepak bola selama tiga tahun. Meski begitu pada musim 2002-03, Como kembali mentas di Serie A. Desember 2004, klub ini dinyatakan bangkrut. Tidak ada investor yang mau membantu Como untuk keluar dari kerugian finansial.

Untungnya saat itu FIGC berusaha membantu masalah finansial Como. Beberapa tahun kemudian tepatnya di musim 2016-17, Como kembali dinyatakan bangkrut dan aset klub diakuisisi oleh istri Michael Essien, Akosua Puni Essien.

Meski sudah mendapat pemilik baru, FIGC menolak untuk memasukkan Como ke pentas Serie C. FIGC merasa klub belum bisa memenuhi sejumlah syarat, maka mau tak mau Como bermain di pentas Serie D.

  • Bagikan