Iran Terancam Didiskualifikasi, Italia Bakal Gantikan Mentas di Piala Dunia 2022

Iran Terancam Didiskualifikasi, Italia Bakal Gantikan Mentas di Piala Dunia 2022
Iran Terancam Didiskualifikasi, Italia Bakal Gantikan Mentas di Piala Dunia 2022

Aissekiya.com– Timnas Italia yang telah gagal lolos ke Piala Dunia 2022 kabarnya masih memiliki peluang untuk tampil.

Hal itu bisa saja terjadi jika Iran benar akan di diskualifikasi dari Piala Dunia 2022. Menurut laporan yang ada, Iran telah melarang sebanyak 2ribu wanita untuk masuk ke stadion saat laga melawan Lebanon.

Sebenarnya wanita tersebut sudah memiliki tiket untuk masuk ke Stadion. Namun mereka melarangnya untuk masuk kedalam Stadion.

BACA JUGA:  Dihuni 2 Jebolan Ajax Amsterdam, Persib Targetkan Juara Liga 1 dan Raih Tiket Piala AFC

Karena terkait masalah ini, media seperti Sport Mediaset, Sky Sport Italia dan Sportitalia beranggapan bahwa Iran pantas mendapatkan sanksi diskualifikasi karena masalah tersebut dan Italia sangat pantas menggantikannya karena memiliki peringkat FIFA tertinggi dibandingkan kontestan lain.

Meski begitu, FIFA sendiri melalui anggota Executive nya bernama Evelina Christillin mengaku belum memikirkan masalah sanksi yang akan diberikan ke Iran.

BACA JUGA:  Solskjaer Frustasi Manchester United Takluk dari West Ham United

Menurutnya walaupun nanti Iran benar di diskualifikasi maka Italia tak akan menggantikan posisi tersebut karena hanya wakil Asia saja yang direkomendasikan.

“Kami menghadiri rapat eksekutif FIFA hari Rabu (30/3/2022) di Qatar dan hari ini diadakan kongres dengan semua delegasi, termasuk Iran,” kata Evelina Christillin.

BACA JUGA:  Suporter Tuntut Dejan Out, Irfan Bachdim Mundur dari PSS Sleman

“Kami tidak pernah berdiskusi soal mendiskualifikasi Iran dari Piala Dunia. Kalaupun memang demikian, maka tim Asia lain yang dipromosikan sebagai pengganti mereka,” tuturnya menambahkan.

“Mari lupakan gagasan ini, bahwa Italia bisa berangkat ke Piala Dunia. Itu mustahil dan gagasan bahwa mereka bakal dipanggil lagi adalah utopia,” pungkas Evelina.

close