Nitizen Kecam Para pemain Barito Putra, Tak Tunjukkan Atlet Profesional

  • Bagikan

Skuat Barito putra sedang menikmati hidangan di rumah Bayu Pradana di Salatiga 

Barito putra berhasil memetik hasil positip saat melawan Arema FC pada pertandingan Piala Menpora di Stadion Manahan, Solo Kamis malam (25/3/2021).

Barito Putera tampil spartan dan berani saat menggilas Arema FC. Mereka unggul 2-1 lewat Alif Jaelani dan Beni Oktavianto, yang hanya bisa diperkecil Feby Eka Putra.

Berkat penampilan apiknya, skuat Barito banyak mendapat pujian dari nitizen. Namun, dalam sekejab pujian tersebut berubah menjadi kecaman. 

Banyak Nitizen melontarkan kecaman pada mereka. Penyebabnya, postingan di akun Instagram resmi Laskar Antasari yang menunjukkan anggota tim sedang makan makanan yang tidak layak dikonsumsi atlet profesional.

Dapatkah Hadiah Uang Puluhan Juta Rupiah, Ayo Daftar Sekarang

Dalam sebuah postingan yang diunggah di akun Instagram resmi milik Barito Putera, terlihat dengan jelas para anggota skuad Barito mengelar acara makan-makan. Pesta kecil-kecilan di rumah Bayu Pradana di Salatiga.

BACA JUGA:  Ingin Datangkan Rico Simanjuntak, PSMS Terganjal Masalah Dana

“Memanfaatkan libur untuk sejenak menghabiskan waktu dengan menerima perjamuan makan dari @bayu13pradana. Salam Kekeluargaan,” tulis Laskar Antasari di akun Instagram resminya, @psbaritoputeraofficial.

Kunjungan ke rumah mantan pemain PSIS yang sekarang menjadi tulang punggung Barito itu sebenarnya tidak masalah. Begitu pula dengan caption di akun media sosial Laskar Antasari.

Yang menjadi masalah bagi banyak warganet adalah foto-foto yang ditampilkan. Barito menunjukkan Djanur sedang memanggang sate. Pemain lain sedang antri menikmati makan bersantan dengan lemak yang tinggi. Gambar lainnya menunjukkan mereka dengan lahap menyantap hidangan yang disediakan.

Hanya dalam waktu beberapa jam saja, postingan akun Barito banjir kecaman. Baik pendukung Laskar Antasari maupun bukan, beramai-ramai menuliskan kata-kata kritikan. Bahkan, Bayu yang menjadi tuan rumah dan menyediakan hidangan itu tidak luput dari hujatan fans.

“Ini gimana sepakbola mau maju, pemain profesional kok dikasih makan kayak gitu sama klubnya. Shin tae-yong pasti menangis melihat ini. Semoga Bagas dan pemain timnas lain gak makan,” tulis akun @suporter.gadungan.

“Untung di Indonesia. Coba kalo luar negeri, sudah dipecat dari head coach sampai editornya,” tulis @abah.abidzaralfarizqi. “Pemain bola wajib makan sehat Barito. Apalagi kompetisi panjang,” tulis @hanif.ramdhan. “@bayu13pradana ga pantes masuk timnas kelakuan kayak gini, mending besok2 ga udah dipanggil dah,” tulis @ ramdanadamarjati.

Belum jelas apakah pemain-pemain didikan Shin Tae-yong di timnas U-19 seperti Bagas Kaffa atau Timnas U-23 macam Riyandi ikut mengkonsumsi makanan tidak sehat itu atau tidak. Sebab, jika ketahuan makan makanan terlarang, bisa dipastikan mereka dicoret.

Fakta menunjukkan, ketika pertama kali menginjakkan kaki di Indonesia, perintah pertama kepada para pemain nasional adalah makanan. Dia memerintahkan skuad Merah-Putih menjauhi makanan berlemak, bersantan, pedas, dan gorengan.

Sebagai gantinya, pelatih berkebangsaan Korea Selatan tersebut meminta PSSI menyediakan daging merah, roti, buah-buahan, dan sayuran segar setiap kali aktivitas timnas dimulai. Dia juga berpesan kepada semua pemain agar pola makan seperti itu dibawa di klub hingga rumah.

Jika melanggar regulasi yang sudah ditetapkan, Tae-yong tidak akan sungkan mencoret pemain timnas. Pelatih Korea Selatan di Piala Dunia 2018 tersebut tidak pernah ragu untuk menegakkan disiplin, meski akan berdampak pada permainan timnya.

“Kami tidak memperbolehkan menu makanan yang banyak digoreng dan pedas. Pemain harus banyak minum air putih dan makan buah. Untuk makanan, menu wajib yakni sayur, daging, ikan, salad, buah, susu, serta roti. Semua saya cek termasuk saat pemain mengambil takaran porsinya,” kata Pelatih fisik timnas U-19, Lee Jae-hong, di situs resmi PSSI saat itu.

  • Bagikan