Ditahan Imbang PSIM, Bus Persis Solo Dihadang Ratusan Suporter

  • Bagikan
Bus Persis Solo dihadang ratusan suporter usai gagal menang dalam pertandingan bertajuk Derby Mataram

Derby Mataram antara PSIM Yogyakarta melawan Persis Solo di Stadion Manahan, Solo, dalam persaingan Grup C Liga 2 2021 berakhir dengan skor imbang 0-0 pada Selasa (12/10).

Persis gagal memenangi pertandingan sarat gengsi bertajuk Derby Mataram melawan PSIM Yogyakarta, Selasa (12/10/21). Mereka ditahan imbang tanpa gol.

Karena hasil kurang memuaskan tersebut, ratusan pendukung Persis Solo mengejar dan menghentikan bus pemain.

Dalam sebuah vidio tampak para suporter melampiaskan kekesalan mereka pada seluruh pemain dan official Peris.

BACA JUGA:  Cewek Korea Mantap-Mantap, Asnawi Targetkan Punya Pacar untuk Dibawa Pulang
Dapatkah Hadiah Uang Puluhan Juta Rupiah, Ayo Daftar Sekarang

Sementara itu Bos Persis Solo, Kaesang Pangarep menuntut evaluasi total di tubuh manajemen dan pelatih. Putra bungsu Presiden RI, Joko Widodo, ini tampak kecewa dengan hasil anak buahnya.

“Kami evaluasi semuanya. Tim pelatih juga,” kata Kaesang Pangarep yang diketahui mengakuisisi dan menjadi pemilik saham mayoritas klub sejak Maret lalu ini.

Menanggapi hasil imbang kontra PSIM Yogyakarta, pelatih Eko Purdjianto memohon maaf kepada para suporter. Ia merasa gagal membawa Persis Solo meraih poin penuh.

BACA JUGA:  Saddil Ramdhani Batal Gabung Timnas Indonesia

Dia mengaku telah berusaha semaksimal mungkin dengan berbagai cara, termasuk pergantian pemain. Namun, hingga akhir pertandingan Persis Solo tak bisa menciptakan gol.

Pemain Persis juga dirasa sudah maksimal bermain, tapi penyelesaian akhir tergolong buruk. Eko sebenarnya telah menyiapkan strategi dan taktik sejak lama, sayang masih belum membuahkan hasil memuaskan.

BACA JUGA:  Mengenal Ricky Cawor, Top Skor PON Papua Pecahkan Rekor Gol Boaz Solossa

“Kami sudah berusaha dari mana saja lewat mana saja tengah tidak bisa, lewat sayap juga tidak bisa. Inilah pekerjaan rumah kami. Kami sudah berusaha Tuhan hanya memberi poin satu. Patut disyukuri,” cetus Eko Purdjianto.

“Tidak ada tekanan apa pun. Kami ingin memberi yang terbaik. Ekspektasi kami tinggi, kami mencoba terus tapi hasil kurang memuaskan,” tukasnya.

  • Bagikan