Demi Timnas Indonesia, PSSI dan Menpora Sepakat Naturalisasi 4 Pemain Keturunan

  • Bagikan
PSSI dan Menpora Sepakat Naturalisasi 4 Pemain Keturunan
Pemain keturunan Indonesia, Sandy Walsh

PSSI mengakui sedang melakukan gerak cepat untuk memproses naturalisasi 4 pemain keturunan Indonesia rekomendasi Shin Tae-yong.

PSSI mengakui tengah memproses 4 pemain keturunan Indonesia yang direkomendasikan oleh Shin Tae-yong.

Keempat pemain berdarah Indonesia yang dimaksud adalah Sandy Walsh, Jordi Amat, Kevin Diks dan Mees Hilgers.

“PSSI bergerak cepat memproses naturalisasi pemain yang punya darah Indonesia. Kami harus hati-hati melakukan hal tersebut, karena yang utama harus ada rekomendasi dari pelatih Shin Tae-yong,” kata Sekjen PSSI, Yunus Nusi seperti dilansir dari laman resmi PSSI.

Proses naturalisasi diakui tidak gampang karena memerlukan dokumen pelengkap administrasi.

BACA JUGA:  The Next Lewandowski dan Messi Dari Maluku, Masa depan Cerah Timnas Indonesia

Yunus Nusi mengindikasikan bila tidak ingin kasus Marc Klok terulang, di mana ia tidak bisa membuktikan memiliki keturunan Indonesia.

Akibatnya, Marc Klok belum juga bisa membela timnas Indonesia dan harus menunggu hingga 5 tahun tinggal di Indonesia.

“PSSI juga mengecek dokumen para pemain ini apakah benar punya darah Indonesia.”

“Karena bila dokumen tidak ada atau tidak diakui FIFA bisa saja kasus Marc Klok terulang. Saat itu dia tidak bisa membuktikan bahwa dirinya keturunan Indonesia,” jelas Yunus Nusi.

PSSI bahkan secara khusus menunjuk salah satu anggota Komite Eksekutif yaitu Hasani Abdulgani untuk mengurusi masalah naturalisasi 4 pemain tersebut.

BACA JUGA:  Akui Cinta Pada Indonesia, Sandy Walsh Tolak Panggilan Irlandia

Proses naturalisasi 4 pemain tersebut mendapat dukungan dari Menpora RI, Zainudin Amali.

Zainudin Amali mengaku akan memfasilitasi rencana naturalisasi itu, namun dilakukan selektif.

Beberapa hal yang dipertimbangkan yakni usia, punya keturunan Indonesia dan bisa membela timnas Indonesia dalam jangka panjang.

“Proses naturalisasi. Nah itu kalau klub yang mengajukan saya tolak, kalau PSSI, ada keturunan, maka ditelusuri, kami terima sudah lengkap, saya perketat,” ucap Zainudin Amali.

“Kalau punya keturunan dari mana, untuk proses kami percepat kalau memang kebutuhan federasi, intinya kami menfasilitasi, tapi sangat selektif, misalnya (range) usia.”

BACA JUGA:  PSSI Ungkap Identitas MR.Y di Program Mata Najwa

“Saya tidak mau berpikir jangka pendek, ke depan tidak dipikirkan. Okelah dia main di luar negeri, begitu dipanggil timnas, dia datang.”

“Supaya begitu sudah dibutuhkan untuk diturunkan tidak ada masalah.”

“Artinya usia dia masih jangka waktu lama bisa main di timnas, nah itu kan kami akan tanya ke federasi.”

“Saya akan minta yang mengajukan, ini orang (pemain) masih bisa main berapa lama, kecuali cedera, itu tidak bisa dihindarkan,” tambahnya.

Dapatkah Hadiah Uang Puluhan Juta Rupiah, Ayo Daftar Sekarang
  • Bagikan
close