Curhat Pada Media Rep Ceko, Ondrej Kudela Takjub Dengan Suporter Indonesia

Persija Resmi Rekrut Ondrej Kudela, Nilainya Pasarnya Tembus Rp17 Miliar
Persija Resmi Rekrut Ondrej Kudela, Nilainya Pasarnya Tembus Rp17 Miliar

Pemain asing Persija Jakarta, Ondrej Kudela, menceritakan pengalamannya fantastis yang ia rasakan selama berkarir di Indonesia Bersama Macan Kemayoran.

Pemain asal Rep Ceko itu bercerita panjang lebar saaat diwawancarai media asal negaranya, Ceska Televize. Ia mengungkapkan bahwa dirinya merasa sangat takjub dengan antusiasme suporter Indonesia terutama Persija Jakarta.

Seperti diketahui, Ondrej Kudela telah bermain bersama Persija Jakarta dalam dua pertandingan di BRI Liga 1 2022. Baginya, Bermain untuk Persija dikandang merupakan pengalaman yang paling berkesan dalam karirnya.

Baca Juga:  Pemanggilan M Rafli ke Timnas Indonesia Menjadi Bahan Perbincangan

Ondrej Kudela memainkan laga kandang pertama bersama Persija Jakarta saat melawan Persis Solo di Stadion Patriot Candrabhaga, pada Minggu (31/7/2022).

Menurut Kudela, suporter Persija Jakarta sangat gila sepak bola. Pemain asal Rep. Ceko itu takjub dengan dukungan penuh yang datang di stadion.

“Kami meraih kemenangan di stadion yang penuh. Basis suporter kami sangat besar. Sukar dipercaya dengan apa yang ditunjukkan orang-orang di sini. Sebanyak 25-30 ribu orang datang ke stadion,” kata Ondrej Kudela.

Baca Juga:  Mengamati Timnas Indonesia, Curacao Kagum Terhadap Sosok Nadeo dan Arhan

Selain itu, Ondrej Kudela juga merasa nyanan di Persija Jakarta dikarenakan ada pelatih kiper Jan Klima dan Michael Krmencik yang sama-sama berasal dari Republik Ceko.

“Pelatih kiper Jan Klima bekerja di sini untuk waktu yang lama. Saya senang ada lebih banyak dari kita di sini,” ucap Ondrej Kudela.

“Michael dan saya berlatih bersama. Senang rasanya tidak sendirian di Jakarta,” ujar Ondrej Kudela.

Baca Juga:  Pura-Pura Cidera Parah, Zulham Zamrun Bangun Saat Ditandu

Ondrej Kudela meyakini kehadiran Michael Krmencik bakal memudahkan dirinya untuk beradaptasi. Persamaan bahasa dan latar belakang pernah bermain bersama membuatnya mudah mengerti di lapangan.

“Ketika kami bermain, dia meneriaki saja dan saya akan memberikan sinyal padanya,” ujar Kudela.

“Saya akan memberikannya. Kami saling memahami dan saya pikir itu akan menjadi lebih baik,” kata Kudela menambahkan.

close