Bung Kus : Netizen Harus Tahu, Indonesia Banyak Rugi Jika Keluar Dari AFF

Bung Kus : Netizen Harus Tahu, Indonesia Banyak Rugi Jika Keluar Dari AFF
Bung Kus : Netizen Harus Tahu, Indonesia Banyak Rugi Jika Keluar Dari AFF

AISSEKIYA – Bung Kusnaeni, seorang pengamat sepak bola memberikan respon mengenai pernyataan PSSI dan tuntutan netizen Indonesia untuk segera hengkang dari federasi sepak bola Asia Tenggara (AFF) dan disarankan untuk bergabung dengan federasi sepak bola Asia Timur (EAFF).

Menurutnya, keputusan untuk pergi dari AFF tidak akan mendapatkan banyak manfaat bagi Indonesia.

“Permintaan keluar dari AFF itu merupakan gambaran kebiasaan dari netizen yang kadang kala reaktif dalam menghadapi suatu masalah.”

“Belum dilakukan segala pertimbangan dari berbagai aspek secara komprehensif,” ujar M Kusnaeni ketika dihubungi, Selasa (19/7/2022).

Baca Juga:  Persib Bandung Dirumorkan Gait Pelatih Asal Korea, Kim Do-hoon

Beberapa Kerugian Jika Keluar AFF

Lantas, pengamat sepak bola itu memberikan penjelasannya, sebuah kerugian apabila keluar dari AFF adalah akan kehilangan kompetisi yang sebenarnya bermanfaat.

Itu dikarenakan, menurut pria yang kerap disapa Bung Kus itu gelaran AFF itu bermanfaat bagi kelompok usia muda.

“Karena turnamen usia muda, dengan jenjang yang cukup lengkap dari U-16, U-19, U-23, bahkan sampai kelas senior,” tutur pria berkacamata itu.

Selain membahas mengenai keberadapaan turnamen yang lengkap, Bung Kus juga menilai secara geografis posisi Indonesia cukup jauh dari induk Benua Asia.

Baca Juga:  Sukses Gulingkan Malaysia, Pelatih Australia Jagokan Indonesia Juara Piala AFF U-16 2022

Sehingga, mampu memberikan dampak ekonomi yang cukup besar.

“Mengikuti turnamen di Asia Timur akan sangat memberatkan. Terlebih untuk jenjang kelompok umur yang biasanya belum mendapat dukungan sponsor,” ucapnya.

Bung Kus mengharapkan PSSI dapat menyikapi setiap tuntutan dari netizen dengan kepala dingin.

Baginya, emosi yang sesaat memang bisa diwajarkan. Tetapi, jangan sampai terlarut dengan keputusan emosi yang dapat merugikan banyak pihak.

Alangkah baiknya, untuk menyikapi isu – isu semacam di Piala AFF U-19 kemarin harus diselesaikan dengan kepala dingin.

Baca Juga:  Bima Sakti: Myanmar Bukan Tim Remeh, Mereka Bisa Singkirkan Australia dan Malaysia

“PSSI juga sewajarnya berperan dan berinisiatif untuk mengedukasi. Memberikan penjelasan yang masuk akal dan mendidik.”

“Bukan hanya sekedar mengikuti arus yang mengalir hanya untuk menyenangkan semua pihak,” pungkasnya.

Pria berusia 54 tahun itu juga menyarankan kepada PSSI untuk membuat keputusan yang bijak dalam menghadapi masalah sepertiyang dialaminya kemarin. Untuk dijadikan sebuah pembelajaran bagi semua pihak.

close