Bawa Timnas Cetak Sejarah Kalahkan Kuwait, PSSI Masih Berencana Gantikan Shin Tae-yong?

Bawa Timnas Cetak Sejarah Kalahkan Kuwait, PSSI Masih Berencana Gantikan Shin Tae-yong?
Bawa Timnas Cetak Sejarah Kalahkan Kuwait, PSSI Masih Berencana Gantikan Shin Tae-yong?

Posisi Shin Tae-yong di Timnas Indonesia ramai jadi perbincangan beberapa hari terakhir. Ide itu dimunculkan oleh Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan pada Selasa (7/6).

Menurut Iriawan, Shin Tae-yong keteteran menukangi tiga tim sekaligus yaitu timnas senior, U-23, dan U-19.

Pernyataan tersebut wajar saja. Namun yang disayangkan adalah rencana itu diutarakan saat Timnas Indonesia tengah bersiap berjibaku merebut tiket ke putaran final Piala Asia 2023.

Seharusnya rencana tersebut bisa dibicarakan kemudian, setelah Timnas Indonesia selesai berjuang melawan Kuwait, Yordania, dan Nepal di Grup A Kualifikasi Piala Asia 2023.

Pernyataan kini sudah terlanjur dilontarkan dan spekulasi terkait pergantian posisi pelatih Timnas Indonesia semakin liar berkembang. Kini PSSI bakal ditunggu konsistensinya dalam menjalankan apa yang sudah dilontarkan oleh Iriawan.

Pertanyaan kemudian mengarah kepada siapa kandidat pengganti Shin Tae Yong di Timnas Indonesia. Tetapi sebelum ke sana, sebenarnya menarik melihat lebih jauh rencana PSSI untuk melakukan pergantian di posisi pelatih Timnas Indonesia.

Shin Tae Yong datang dengan reputasi sebagai pelatih kelas dunia. Dengan nama besar yang ia miliki, profil Shin Tae Yong jelas lebih cocok untuk tetap menukangi tim senior Merah Putih ketimbang timnas kelompok umur.

BACA JUGA:  Bandingkan dengan Era Sebelumnya, Indra Sjafri Sebut PSSI Sekarang Paling Peduli

Tentu akan terasa aneh jika kemudian Shin Tae Yong digeser justru untuk fokus ke Timnas Indonesia U-19. Sedangkan posisi pelatih Timnas Indonesia justru diisi oleh pelatih yang curriculum vitae-nya kalah mentereng dari Shin Tae Yong.

Jika memang PSSI ingin Shin Tae Yong tidak keteteran maka pos yang paling tepat tentu tetap melatih Timnas Indonesia. Pelatih asal Korea Selatan itu bisa rangkap jabatan melatih Timnas Indonesia U-23, atau opsi lainnya jabatan pelatih Timnas Indonesia U-23 dan Timnas Indonesia U-20 diberikan kepada pelatih lain.

Posisi pelatih Timnas Indonesia U-23 dan Timnas Indonesia U-20 bisa diberikan ke pelatih lokal atau mungkin dipegang oleh asisten Shin Tae Yong. Seperti yang terjadi saat ini di mana Dzenan Radoncic menukangi tim Garuda Nusantara di Toulon Cup.

Shin Tae Yong bisa tetap mendapat porsi di sana. Pelatih berusia 52 itu bisa bertindak sebagai pengawas atau melakukan supervisi untuk timnas kelompok umur. Beban kerjanya tentu berbeda dan tidak mengganggu fokusnya menukangi tim Garuda.

Pertanyaan berikutnya kemudian pasti akan muncul. Apakah tidak sia-sia membuat Shin Tae Yong berkutat dengan segala persoalan Timnas Indonesia yang tak kunjung meraih prestasi.

BACA JUGA:  Kalah Telak 5-1 Dari Korsel U-19, Netizen Malaysia Ledek Timnas Indonesia U-19

Pertanyaan semacam ini sebenarnya tidaklah sulit untuk dijawab. Karena di belahan negara manapun, marwah sebuah negara di sepak bola itu adalah timnas senior. Bukan timnas U-20, apalagi U-23.

Berprestasi di level kelompok umur seyogyanya adalah sasaran antara buat federasi di setiap negara. Dengan berprestasi di level kelompok umur tentu diharapkan akan muncul pemain-pemain muda potensial yang bisa menjadi tulang punggung timnas senior di masa depan.

Kalau berkaca ke negara tetangga, pelatih top mereka fokusnya adalah bersama timnas senior. Hal itu berlaku pula untuk pelatih Thailand, Alexandre ‘Mano’ Polking atau Park Hang Seo di Vietnam.

Park Hang Seo bahkan baru saja meletakkan jabatannya sebagai pelatih Timnas Indonesia U-23 usai meraih emas SEA Games 2021. Alasannya jelas karena ingin fokus mengukir prestasi bersama timnas senior.

Hanya saja akan berbeda ceritanya jika melihat posisi Shin Tae Yong dan agenda sepak bola Indonesia ke depan. Seperti diketahui, Indonesia akan menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2023.

PSSI jelas tidak berburu trofi di turnamen paling bergengsi untuk kelompok umur tersebut. Bisa lolos dari fase grup saja sudah bisa dibilang menjadi sebuah pencapaian yang menggembirakan.

BACA JUGA:  Tak Ada Istirahat, Shin Tae yong Akan Langsung Terbang ke Tajikistan Tangani Timnas U-23

Pertimbangan tuan rumah Piala Dunia U-20 ini pula yang agaknya membuat PSSI ingin melakukan pergantian pos pelatih Timnas Indonesia. Shin Tae Yong sepertinya diharapkan fokus membentuk Timnas Indonesia U-19 yang tangguh agar Indonesia sebagai tuan rumah tidak mencatat hasil yang memalukan.

Kalau ini yang jadi pertimbangan utama PSSI sebagai sebuah organisasi tentu sah-sah saja. Namun yang perlu lagi-lagi diingat meraih hasil bagus di Piala Dunia U-20 tidak semestinya menjadi target utama sebuah federasi.

Memberikan sarana untuk pemain-pemain muda berkompetisi, baik itu di level regional atau internasional, jauh lebih penting. Artinya kesempatan bermain buat para pemain muda jauh lebih krusial ketimbang sibuk memikirkan prestasi yang harus dicapai dalam sebuah turnamen kelompok umur, apapun labelnya.

Karena bukan jadi ajang untuk mengejar prestasi maka sudah sewajarnya tugas melatih Timnas Indonesia U-20 tak perlu dibebankan ke Shin Tae Yong. Ia bisa fokus menatap agenda kompetisi timnas senior dan saat Piala Dunia U-20 digelar, Shin Tae Yong bisa ikut mendampingi pelatih yang telah menjadi pilihan PSSI.

close