Barcelona Itu Bagaikan Gula, Manis Menggoda Tapi Tidak Menyehatkan

Barcelona Itu Bagaikan Gula, Manis Menggoda Tapi Tidak Menyehatkan
Barcelona Itu Bagaikan Gula, Manis Menggoda Tapi Tidak Menyehatkan

AISSEKIYA – Meskipun saat ini Barcelona mengalami kesulitan ekonomi, namun pihak klub bisa mendatangkan pemain kelas top Eropa. Saat ini bisa dikatakan Blaugrana bagaikan gula yang mengundang semut-semut untuk datang. Manis, menggoda, meski tak selalu sehat.

Ditengah lilitan hutang yang menggunung, Barcelona mencuri perhatian para pecinta sepak bola selama musim panas ini. Sejumlah pemain top berhasil ia datangkan dengan harga yang juga tidak murah.

Ada Hutang Besar Tapi Gaet Banyak Pemain

Barcelona mampu membeli sejumlah pemain tersebut setelah mendapatkan kucuran dana sebesar 527,5 juta Euro dari hasil penjjualan hak siar sebesar 25 persen kepada Sixth Street, firma Investasi asal Amerika. Dan juga dana hasil Spotify.

Baca Juga:  Demi Juara, Argentina Bertekad Pulangkan Belanda Dari Piala Dunia

Dengan mendapatkan dana sebesar itu, Barcelona merasa bebas untuk mendatangkan pemain incaran mereka.

Seperti berhasil mendatangkan Robert Lewandowski dari Bayern Munchen dengan harga 45 juta Euro, dan juga menebuh Rapinha dari Leeds United sebesar 58 juta Euro.

Terbaru Barcelona juga berhasil mendapat Jules Kounde dari Sevilla seharga 50 juta Euro. Selain itu Barcelona juga mendapat pemain gratisan seperti Franck Kessie dan Andreas Christensen.

Walaupun kedua pemain tersebut didatangkan secara gratis, namun gaji mereka juga cukup besar.

Baca Juga:  Jelang Laga Melawan Brasil, Paulo Bento Bicara Peluang Korea Selatan

Selain kedatangan pemain baru tersebut, Barcelona juga baru saja memperpanjang kontrak Ousmane Dembelle. Bisa dikatakan pemain Barcelona saat ini sangat mewah.

Media luar negri menilai dari berbagai sisi tentang apa yang dilakukan Barcelona. Mereka menganggap menjual mimpi untuk meyakinkan pemain rekrutan tersebut.

Presiden Barcelona Joan Laporta, memang mengambil banyak resiko saat ini. ia dinilai mambu membawa kejayaan klub namun secara instan, bukan pelan-pelan.

Itulah sebabnya ia mendatangkan pemain bintang agar klubnya bisa bersaing pada semua kompetisi ketimbang memakai jebolan La Masia sambil melunasi hutang secara pelan-pelan.

Baca Juga:  Gaya Anti Mainstream Neymar Saat Rayakan Kemenangan Brasil Atas Korea

Harapannya, dengan posisi pemain tersebut bisa mendatangkan trofi dan prestasi. Dengan begitu klubnya bisa mendapat keungan yang lebih besar. Dan juga nilai hak siar yang bisa bertambah setiap tahun meskipun nantinya akan dipotong 25 persen.

Belum lagi pendapatan dari Camp Nou. Pendapatan tiket pun diharapkan bisa sebanyak sebelum pandemi COVID-19. Barcelona juga masih ada pendapatan dari sektor lain, seperti penjualan Marchendise ke pihak lain.

close